Perpindahan Kalor Secara Konveksi Terjadi Pada Apa? Ini Jawabannya!



Ada beberapa benda di sekitar kita yang dapat menghantarkan panas atau panas. Perlu diketahui bahwa perpindahan kalor dapat terjadi melalui tiga cara yaitu konduksi, konveksi dan radiasi.

Pada artikel kali ini detikBali membahas tentang perpindahan panas secara konveksi. Apa yang memungkinkan terjadinya perpindahan panas konveksi? Lihat penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Perpindahan kalor secara konveksi terjadi di?

Perpindahan panas secara konveksi terjadi pada zat cair dan gas. Karena perbedaan kerapatan pada kain, perpindahan panas secara konveksi dapat terjadi.



Jadi suatu zat yang menerima kalor akan memuai dan menjadi terang, sehingga akan bergerak ke atas. Sedangkan molekul zat yang semula berada di atas karena lebih berat turun.

Oleh karena itu, perpindahan kalor yang diikuti dengan pergerakan partikel-partikel zat disebut konveksi atau aliran. Selain pada zat cair, perpindahan kalor secara konveksi juga terjadi pada gas atau udara.

Contoh perpindahan kalor secara konveksi

Adapun beberapa contoh perpindahan kalor secara konveksi yang dapat kita jumpai dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya es batu yang meleleh di air panas.

Temperatur yang keluar dari air panas sehingga berpindah ke es batu, dimana temperatur panas juga ikut bergerak mengikuti aliran air panas menuju es batu. Dengan begitu, panasnya bisa menyebabkan es batu mencair.

Contoh lain adalah ketika kita merebus air di atas kompor gas. Air yang dekat dengan api menyebabkan suhunya berubah menjadi panas, meringankan densitas air. Oleh karena itu, air kemudian bergerak ke atas dan akhirnya mendidih.

Perpindahan panas secara konveksi juga menimbulkan angin darat dan angin laut. Angin darat timbul karena udara di darat lebih cepat dingin pada malam hari daripada udara di atas laut sehingga menyebabkan udara di atas laut naik. Sedangkan udara dari darat akan menggantikan posisi udara yang lepas landas tadi.

Kemudian timbul angin laut karena pada siang hari daratan lebih cepat panas daripada laut, sehingga udara di darat akan naik dan udara dari laut akan mengalir ke darat menggantikan udara yang naik. Kondisi ini dimanfaatkan para nelayan untuk melaut pada malam hari dan kembali ke darat keesokan paginya.

Perbedaan perpindahan kalor secara konveksi, konduksi dan radiasi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perpindahan kalor tidak hanya terjadi secara konveksi, tetapi juga secara konduksi dan radiasi. Lalu apa perbedaan dari ketiganya? Dikutip dari buku Bank Soal IPA SMA Volume 1 oleh Tim Presiden Eduka, beserta penjelasannya.

1. Bimbingan

Perpindahan panas secara konduksi adalah perpindahan panas yang terjadi karena adanya kontak langsung antara dua benda. Penyebab perpindahan kalor ini adalah karena adanya perbedaan suhu antara dua benda yang bersentuhan. Media adalah padatan yang proses perpindahan panasnya berpindah dari satu partikel ke partikel lainnya.

Selain itu, kalor akan terus merambat tanpa terjadi pertukaran partikel (zat tetap diam). Karena tidak ada pergerakan partikel, konduksi sangat lambat.

Contoh: membakar benda dengan api, gelas panas setelah diisi air panas dan menyetrika pakaian.

2. Konveksi

Perpindahan panas konveksi adalah perpindahan panas yang terjadi karena adanya pergerakan molekul-molekul yang mengangkut panas. Selama proses tersebut, perpindahan panas terjadi ketika partikel yang dipanaskan menjauh dari sumber dan partikel yang lebih dingin bergerak lebih dekat ke sumber panas. Ini berarti bahwa panas dibawa dan dihamburkan oleh partikel.

Contoh: air panas mendidih, es batu mencair dan terjadinya angin darat dan angin laut

3. Radiasi

Perpindahan panas radiasi adalah perpindahan panas oleh gelombang elektromagnetik tanpa keterlibatan partikel. Radiasi terjadi pada semua benda dengan suhu di atas 0 Kelvin. Selain itu, perpindahan panas secara radiasi tidak memerlukan media konduktif karena dapat merambat dalam ruang hampa, cair, gas atau padat.

Contoh: sinar matahari, panasnya api unggun atau lilin, dan pancaran cahaya hangat.

Demikian pembahasan lengkap tentang perpindahan kalor secara konveksi beserta contoh dan perbedaan antara konduksi dan radiasi. Semoga artikel ini dapat membantu anda yang sedang belajar perpindahan panas, khususnya secara konveksi.

Menonton video “Sensasi makanan Raos Pisaan Euy, Dapur Keraton Cimahi
[Gambas:Video 20detik]
(ilf/des)